Selamat datang di Berita Lampung Online

Melihat Keunikan Istana Bogor

Tuesday, July 27, 20100 komentar

Melihat Keunikan Istana Bogor ; Siapa yang tak kenal dengan Istana Bogor. Salah satu dari enam Istana Kepresidenan Republik Indonesia yang mempunyai keunikan tersendiri. Istana Bogor yang masih satu area dengan Kebun Raya Bogor merupakan peninggalan dari Pemerintahan Hindia-Belanda.

Lokasi Istana Bogor berada di Jalan Ir H Juanda No 1, Kelurahan Paledang, Kecamatan Kota Bogor Tengah, Kotamadya Bogor, Provinsi Jawa Barat, sekitar 60 kilometer dari Jakarta
atau 43 kilometer dari Cipanas. Istana ini berada di pusat Kota Bogor, di atas tanah berkultur datar, seluas sekitar 28,86 hektare, di ketinggian 290 meter dari permukaan
laut.

Di halamannya yang sangat luas tersebut dipelihara sekitar 591 ekor rusa tutul, dan terdapat sekitar 346 jenis pepohonan. Juga terdapat patung-patung yang cantik, seperti Si Denok karya Trubus, yang modelnya adalah Ara, istri seorang karyawan Istana Bogor serta The Hand of God, reproduksi dari Swedia.

Awalnya, Istana Bogor bernama Boitenzorg atau Sans Souci yang berarti tanpa kekhawatiran atau bebas masalah. Dahulu Istana Bogor dipakai untuk tempat tinggal para Gubernur Jenderal Hindia–Belanda. Istana ini dibangun oleh Gubernur Jenderal Gustaaf Willem Baron Van Imhoff pada tahun 1744.

Ia sendiri merancang sketsa bangunan dan modelnya yang meniru Gedung Blenhiem Palace, tempat kediaman Duke of Malborough (nenek moyang Diana, Putri Wales) di dekat
Oxford, Inggris. Pemugaran terus dilakukan dari masa ke masa.

Pada pemerintahan Gubernur Jenderal Willem Daendels yang berjuluk Tuan Besar Guntur (1808-1811), ditambahkan bangunan di sebelah kiri dan kanan gedung induk. Sedangkan gedung induk dijadikan dua tingkat. Semasa pendudukan Jepang, Istana Bogor diserahkan
kepada Jenderal Imamura.

Selama dikuasai Jepang, Istana Bogor ini jarang digunakan sebagai tempat pesta atau upacara. Bahkan harta peninggalan para Gubernur Jenderal
Belanda berupa cinderamata dari beberapa raja di tanah Jawa, di antaranya keris emas bertabur intan, habis disita tentara Jepang.

Pada tahun 1950, setelah masa kemerdekaan, Istana Bogor mulai dipakai oleh Pemerintah Indonesia dan resmi menjadi salah satu dari Istana Presiden Indonesia. Pada tahun
1968, Istana Bogor resmi dibuka untuk kunjungan umum atas restu dari Presiden Soeharto.

Sampai sekarang, Istana Bogor berfungsi sebagai kantor dan kediaman resmi Presiden. Beberapa peristiwa penting dan bersejarah pernah terjadi di istana ini antara lain Konferensi Panca (lima) Negara pada 28-29 Desember 1954 yang merupakan lanjutan di Colombo sebagai persiapan Konferensi Asia-Afrika di Bandung 1955, penandatanganan Surat Perintah 11 Maret 1966 yang sangat bersejarah bagi bangsa Indonesia, lalu pembahasan masalah konflik Kamboja yang dikenal dengan JIM pada 25-30 Juli 1988 serta pertemuan APEC pada 15 November 1994.

Dulu Istana Bogor hanya diperuntukkan sebagai tempat peristirahatan dan pesta para Gubernur Jenderal kemudian menjadi tempat acara kenegaraan dan penting lain bagi para petinggi negara termasuk presiden dan jajaran menteri, kini seiring masa keterbukaan, Istana pun terbuka untuk umum.

Masyarakat dapat berkunjung dan diperbolehkan melihat langsung beberapa ruangan di dalamnya. Namun untuk itu, masyarakat perlu mematuhi persayaratan yang berlaku. Meski tidak bisa bermalam di Istana Bogor, pengunjung masih leluasa berfotoria.

Terkait peringatan hari jadi Bogor, diselenggarakan acara Istana Bogor Open. Dalam Kunjungan Istana Bogor Open yang dimulai pada 14 Juni 2010, tercatat sebanyak 54.970 orang yang mendaftar.

Menurut Kordinator Pendaftaran Istana Bogor Open, Heti Heriyati, jumlah tersebut meningkat dari tahun lalu yakni sebanyak 46.700 orang lebih. Dia menjelaskan, Para pengujung tidak hanya datang dari warga Bogor saja, dari luar pulau Jawa seperti Lampung dan Palembang. Para pengujung juga datang dari mancanegara sepetri Banglades, Prancis, Jerman, Jepang dan Korea Selatan.

Sementara itu dari data kepustakaan, di Istana Bogor terdapat 37 bangunan. Beberapa bangunan utamanya memiliki fungsi penting. Gedung Induk, terdiri dari delapan ruang , yaitu Ruang Garuda yang berfungsi sebagai Ruang Resepsi, disini juga pertemuan - pertemuan besar dapat dilaksanakan.

Ruang Teratai yang berfungsi sebagai ruang penerimaan tamu. Ruang Film pernah berfungsi sebagai ruang pemutaran film pada masa Presiden Soekarno. Ruang Makan yang berfungsi
sebagai ruang makan utama. Ruang Kerja Presiden yang pernah berfungsi sebagai tempat bekerja Presiden Soekarno.

Ruang Perpustakaan yang pernah berfungsi sebagai ruang perpustakaan Presiden Soekarno. Ruang Famili dan Kamar Tidur yang berfungsi sebagai tempat atau ruang tunggu Presiden jika akan mengikuti aneka acara di Ruang Garuda. Ruang Tunggu Menteri yang berfungsi sebagai ruang tunggu para menteri jika mereka akan mengikuti acara-acara di
Ruang Garuda.

Gedung Utama Sayap Kiri, terdiri dari dua ruang, yaitu Ruang Panca Negara, yang pernah berfungsi sebagai ruang Konferensi Panca Negara atau persiapan Konferensi Asia Afrika di Bandung, Ruang Tidur dan Ruang Tengah, yang difungsikan sebagai tempat menginap Presiden, tamu negara dan tamu agung.

Gedung Utama Sayap Kanan, berfungsi sebagai tempat menginap para Presiden sebagai tamu negara berikut tamu - tamu negara, dan tamu-tamu lainnya. Paviliun Sayap Kiri berfungsi sebagai kantor Rumah Tangga Istana Bogor, sedangkan Paviliun Sayap Kanan berfungsi sebagai tempat menginap para pejabat dan staf tamu negara.

Paviliun I-VI. Paviliun I-V kini digunakan sebagai tempat menginap para pejabat dan merupakan ruang tunggu para menteri apabila ada acara, Paviliun VI digunakan sebagai
rumah jabatan kepala istana.

Di antara bangunan-bangunan lainnya, yang patut dicatat di sini adalah Gedung Dyah Bayurini, yang dilengkapi dengan kolam renang digunakan sebagai tempat istirahat Presiden serta keluarganya jika sedang berada di Bogor.

Selain itu, terdapat Gedung Serba Guna yang berfungsi sebagai ruang serba guna: kesenian, pertemuan, tempat artis, dsb. Selebihnya bangunan-bangunan itu merupakan bangunan-bangunan pelengkap kediaman Presiden dan fungsinya pun sejalan dengan jabaran tugas dan fungsi mereka
Share this article :

Post a Comment

Silahkan Anda Komentari Tulisan di blog ini, Maaf Tidak Untuk berpromosi atau dianggap spam

 
Copyright © 2011. Berita Lampung - All Rights Reserved
Template Created by Pakar Lampung Proudly powered by Blogger