Selamat datang di Berita Lampung Online

Video cctv Pembuang Bayi di SPBU Tambora

Tuesday, October 12, 20100 komentar

Berita Lampung Video cctv Pembuang Bayi di SPBU Tambora ; Anggota Polsek Tambora masih melacak keberadaan pelaku yang diduga sebagai pembuang bayi di SPBU di Jalan H Mas Mansur RT 3/3 Duri Utara, Tambora, Jakarta Barat, yang terekam melalui CCTV, Rabu (6/10).

Dari CCTV SPBU, anggota Polsek Tambora melihat dua orang yang berboncengan naik sepeda motor berhenti di SPBU. Salah satu pelaku turun, dan pelaku yang terekam seorang perempuan dengan memakai helm membawa bayi menuju toilet. Sekembalinya dari toilet, perempuan yang membawa tas coklat ternyata tidak mengendong bayi lagi.

Kapolsek Tambora, Kompol Heri Dian mengatakan, tas tersebut sama dengan yang digunakan untuk menaruh bayi. "Sayangnya, CCTV di SPBU tersebut tidak mampu merekam jelas jenis sepeda motor yang dinaiki kedua orang itu. Tidak diketahui juga apakah yang mengendarai sepeda motor laki-laki atau perempuan," lanjut Kapolsek saat dikonfirmasi mengenai kejadian tersebut, Rabu (6/10).

Menurut Heri Dian, bayi itu diperkirakan lahir dua jam sebelum ditemukan. Polsek Tambora langsung melakukan penyisiran ke seluruh klinik kebidanan dan Puskesmas di Tambora seusai mendapat laporan penemuan bayi tersebut.

"Tapi tidak ada laporan bahwa pagi itu ada perempuan yang melahirkan. Ini dimungkinkan, perempuan ini melahirkan di luar Tambora," kata Heri.

Kini kepolisian terus mengumpulkan informasi untuk mengejar orang yang telah membuang bayi malang tersebut.

Bayi yang dibuang di SPBU Tambora itu memiliki tinggi 40 cm dan berat 1,95 kg. Bayi mungil tersebut ditemukan oleh staf SPBU sekitar pukul 07.45 WIB. Bayi itu ditemukan dalam kondisi terbungkus kaos penuh darah dan dimasukkan dalam tas coklat. Tas itu tergantung di toilet SPBU.

Menurut Kepala Puskesmas Tambora, Silvia, saat ditemukan kondisi bayi dalam keadaan kedinginan. Suhu badan bayi itu 35 derajat dengan panjang tali pusar 10 cm. Oleh dokter Puskesmas, tali pusar itu langsung dipotong. "Diagnosa awal bayi prematur itu dalam keadaan sehat. Meski demikian, bayi itu tetap dimasukkan ke dalam inkubator akibat lahir prematur," katanya.

Untuk sementara bayi akan dirawat hingga sehat di Puskesmas itu. Selanjutnya bayi akan diserahkan ke suku dinas sosial setempat.
Share this article :

Post a Comment

Silahkan Anda Komentari Tulisan di blog ini, Maaf Tidak Untuk berpromosi atau dianggap spam

 
Copyright © 2011. Berita Lampung - All Rights Reserved
Template Created by Pakar Lampung Proudly powered by Blogger