Selamat datang di Berita Lampung Online

Fakta Kebohongan Pesawat Lion Air

Tuesday, June 1, 20103komentar

Berita Lampung Fakta Kebohongan Pesawat Lion Air : Belasan penumpang pesawat Lion Air jurusan Jakarta-Mataram dengan nomor penerbangan GT 652 yang sedianya berangkat pukul 12.45 WIB, tidak terangkut ke tempat tujuan.

Para penumpang sempat marah-marah, karena tidak ada penjelasan dan permohonan maaf dari pihak maskapai Lion Air. Bahkan mereka sempat diping-pong selama di bandara. Alhasil mayoritas penumpang membatalkan penerbangan dan sebagian mencari tiket maskapai penerbangan lain.

M Arif, salah seorang penumpang, menyatakan dirinya sudah tiba di bandara 1,5 jam sebelum jadwal penerbangan. Begitu tiba di bandara dia pun langsung masuk ke counter check in dan mendapati antrean penumpang sudah panjang. Baca Juga Fakta Maskapai Lion Air Mengecewakan Konsumen

Ironisnya petugas check in tidak ada di tempat. Saat ditanyakan, petugas bandara menyatakan petugas check in sedang istirahat. Para calon penumpang pun bersabar untuk sementara waktu. Namun kejanggalan mulai terjadi saat waktu penerbangan tinggal 10 menit. Petugas check in tak kunjung muncul dan para calon penumpang pun mulai resah.

Petugas bandara yang berada di sekitar counter Lion Air menyarankan agar para calon penumpang menuju help desk di counter nomor 24. Namun di sana mereka juga tidak mendapat kejelasan.
Berikut beberapa Fakta kebohongan Maskapai penerbangan Lion Air yang dikutip Berita Lampung dari Suara Pembaca detik com :

Lion Air yang Aneh Menjual Tiket Pesawat yang Sudah Penuh

Saya menulis di sini menyampaikan keluhan keponakan saya atas sikap Lion Air yang menurut saya sangat 'aneh'. Kejadiannya bermula ketika keponakan saya akan berangkat ke Balikpapan menggunakan Lion Air dengan jadwal departure sekitar pkl 14.00.

Dia berangkat dari rumah saya di Lebak Bulus pkl 12.00 agar tidak ketinggalan pesawat. Dan, alhamdulilah sampai di Bandara Cengkareng tepat waktu. Sekitar pkl 13.30. Langsung saja keponakan saya menyerahkan tiketnya untuk check in.

Namun, petugas Lion Air menyatakan bahwa pesawat sudah penuh. Dan, Lion Air tidak bisa memberangkatkan keponakan saya. Jadi keponakan saya tidak bisa berangkat ke Balikpapan saat itu dan tidak ada kompensasi sama sekali untuk itu.

Sungguh aneh menurut saya. Kenapa Lion Air masih menjual tiket kalau memang pesawat sudah penuh? Keponakan saya terlambat sehari ke Balikpapan.

Tiket Lion milik keponakan saya dibiayai oleh kantor. Namun, atas kejadian ini keponakan saya harus mengeluarkan uang sendiri untuk membeli tiket yang baru. Akhirnya dia memilih maskapai lain karena kejadian ini.

Mohon bisa diperhatikan masalah ini karena sangat merugikan konsumen dan juga perusahaan. Karena, status keponakan saya adalah seorang pegawai tambang di Kalimantan. Terima kasih.

Anton Subowo
Lebak Bulus Jakarta Selatan
atsubowo@gmail.com
08179810556

Lion Air 'Pembohong dan Mempermainkan' Penumpang
Saya seorang pilot. Bersama keluarga kami hendak berangkat dengan Lion Air JT 20, Kamis 27 Mei 2010, yang dijadwalkan berangkat pukul 09.35 WIB. Tiket yang kami beli 1 minggu dari jadwal keberangkatan juga tentunya sudah status "confirm" dengan harga NONPROMO "Refundable". Bukan Promo. Karena, saya sudah merencanakan semua dengan alasan membawa anak dan seorang bayi.

Setibanya di Terminal 1 Bandara Soekarno Hatta pukul 08.15 dengan dibantu "Porter" nomor punggung 014 kami check in di kounter 1 Lion Air. Namun, karena "request" tempat duduk 1 "row" (agar tidak berpencar dengan alasan membawa Istri, Anak, dan Bayi) kami "dilempar" untuk check in di kounter 24. Namun, sesampainya di kounter tersebut disampaikan bahwa sudah tidak ada "seat" atau sudah full dan "overbooking" sehingga saya harus di pindah ke penerbangan selanjutnya JT 22.

Kemudian disampaikan bahwa JT 20 tidak beroperasi karena ada alasan teknis. Bagaimana mungkin LION AIR berspekulasi menjual tiket melebihi kapasitas penumpang pesawat yang dioperasionalkan dan menggeser penumpang yang telah jelas memiliki tiket jauh hari sebelum keberangkatan, dan tidak mungkin apabila JT 20 tidak beroperasi tentunya akan digantikan pesawat lain dengan Call Sign tetap JT 20.

Dan, benar dan saya bukan buta tentang masalah penerbangan. Setelah kami "cross check" ke kounter lainnya, bahkan dari Duty Manager (Bapak Andri L) sendiri bahwa JT 20 tetap beroperasi. Namun, kejadian ini juga terjadi dengan beberapa penumpang lainnya. Baik yang menuju Denpasar, Padang, dan lainnya. Sehingga, banyak penumpang yang "komplain" melabrak masuk dan mencaci maki petugas dan Duty Manager di ruang "Sales Office".

Kami merasa dipermainkan dan berasumsi bahwa tempat duduk kami tentunya dijual kepada penumpang lain yang mungkin bersedia membayar lebih sehingga kami digeser ke JT 22 (praktek tersebut sudah bukan rahasia di pihak orang dalam), yang notabene saya beserta anak dan seorang bayi dikorbankan dan harus menunggu lebih dari 2 jam.

Kami sangat menyesalkan maskapai penerbangan ini yang sangat tidak profesional dan pegawainya yang pembohong dan mempermainkan penumpang seenaknya walau sudah "tertangkap basah". Semua komplain dan protes seorang pilot pun tidak digubris. Bahkan, terkesan dibiarkan.

Untungnya penumpang masih mau bersabar. Namun, sampai kapan Lion Air mempertahankan hal ini? Mudah-mudahan ini tidak terjadi bagi penumpang lainnya.http://suarapembaca.detik.com/read/2010/05/29/150953/1365935/283/lion-air-yang-aneh-menjual-tiket-pesawat-yang-sudah-penuh?992205470

Ginanto
Lanud Adisutjipto Yogyakarta
gringgo76@yahoo.com
081328301997

Share this article :

+ komentar + 3 komentar

December 15, 2011 at 5:31 PM

Maskapai yang mau menang sendiri dan tidak ada etika bisnisnya, kalau bisa dari pemerintah cepat merespon keluhan konsumen .........

February 16, 2012 at 3:06 PM

Lion memang ga bertanggung jawab koq. Pernah Istri saya berangkat pesawat jam 5.45 , tiba 30 menit sebelum keberangkatan sudah tidak terima check in. padahal pesawat belum berangkat,. kayak selama ini dia ontime aja. udah gitu penumpang yg mau naek flight selanjutnya malah dikenakan tiket 2x lipat. apaan tu namanya pemerasan,,

February 19, 2012 at 9:46 PM

Hal yang sama menimpa diri saya pada 14 Feb.2012 ybl. Kasus nya sama saja dan alasan nyapun sama juga. Modus perampokan yang perlu di tindak lanjuti oleh pihak berwenang. (Siapa??) Semoga LION AIR dapat merubah kelakuan nya dan sadar bahwa harta hasil perampokan tersebut tidak akan membuat bahagia para pelakuanya. Semoga TUHAN memberkati LION AIR termasuk management nya. AMIN

Post a Comment

Silahkan Anda Komentari Tulisan di blog ini, Maaf Tidak Untuk berpromosi atau dianggap spam

 
Copyright © 2011. Berita Lampung - All Rights Reserved
Template Created by Pakar Lampung Proudly powered by Blogger