Selamat datang di Berita Lampung Online

Arwah Gadis ABG Di Medan Bergentayangan Datangi Tetangga

Thursday, April 22, 20100 komentar

Berita Lampung Arwah Gadis ABG Di Medan Bergentayangan Datangi Tetangga ; Ingat kematian Ade yang diduga dibunuh bapak kandungnya di Gg. Sakiran, Jl. Sutomo Ujung, Medan, Selasa sore 16 Maret lalu? Kematiannya 36 hari lalu itu ternyata terjadi saat Maghrib. Dalam mistik, Maghrib itu keramat karena di waktu sesaat itulah ‘gerbang’ alam gaib terbuka ke dunia fana ini. Selain menyisakan cerita mati penasaran, ajal saat gelap turun mengusir terang itu juga diyakini biang yang mengakibatkan arwah gadis 14 tahun itu terus gentayangan meneror warga di sana.

SEMASA hidup hingga meninggal, gadis bernama lengkap Aditiya Hapsari itu bermukim di Gg. Sakiran. Ia tinggal bersama orang tuanya, Rizal Saragih (39) dan Ny. Afsah (40), yang akhirnya pindah rumah demi menepis tudingan Ade dibunuh. Sejak malam pertama kematiannya, arwah Ade telah muncul di sekitar rumahnya, Gg. Sakiran. Selain tengah malam, terutama malam Jumat, kemunculannya selalu terjadi saat Maghrib. Banyak sudah tetangganya menjerit lari usai melihat penampakan Ade yang menyeramkan.
Penampakan arwah siswi kelas II SMP itu juga terjadi di Gg. Yahya –sebelah Gg. Sakiran. Tak hanya penampakan, arwah gadis semasa hidup dikenal baik itu juga masuk ke mimpi-mimpi tidur malam tetangganya. Teranyar dialami Endang (24), ibu bayi berumur setahun, yang tinggal di Gg. Yahya.

Pada wartawan POSMETRO MEDAN yang terus ‘ngepos’ di kawasan kini berubah seram itu, Endang kemarin bercerita. Mimpi seram itu terjadi Minggu (18/4) dinihari lalu. Adegan horornya: Ade mendatangi Endang. Gadis itu memegang kain kafan. Ia mendekat sambil terus memanggil Endang. Ade juga menangis minta ayah kandungnya, Rizal, agar segera ditangkap. Ade menyebut kematiannya akibat dibunuh ayah biologisnya itu.

Begitu sosok telah dikubur di pekuburan Jl. Sutomo itu berada dekat Endang, terlihatlah jelas wajah Ade yang telah busuk dan penuh belatung. Pun begitu, Endang tak takut-takut amat. Itulah yang membuatnya sempat memberi pesan pada arwah Ade. Karena sejak kematiannya banyak warga ketakutan, Endang meminta Ade tak lagi mengganggu warga. Tapi permintaan itu membuat Ade marah. “Sebelum 40 hari, aku masih di lingkungan sini menampakkan diri. Aku akan selalu di kampung ini,” Endang menirukan ucapan Ade yang marah padanya.

Mimpi seram itu bahkan berlanjut saat Endang terbangun dari tidurnya jelang Subuh itu. Ceritanya, saat Endang terjaga dengan keringat membasah tubuh, bayi yang tidur di sebelahnya juga ikut terbangun. Bayi setahun itu bahkan melotot ke arah pintu kamar seraya teriak-teriak seperti mengatakan sesuatu.

“Kurasa (arwah) Ade itu masih di depan pintu kamar kami. Anakku nunjukin pintu itu, macam mau ngomong dia tapi nggak bisa, namanya anak 1 tahun. Ih yakin kali aku waktu itu Ade di depan kamar kami itu,” Endang merinding menceritakannya.

Pengalaman lebih seram dirasakan Asma (48), yang kediamannya di Gg. Sakiran berada dekat bekas rumah keluarga Ade. Itu terjadi Sabtu (17/4) dinihari lalu. Ceritanya, seperti biasa pagi buta itu Asma mau berangkat ke Pasar Sentral di Jl Sutomo, Medan.

Namun sebelum berangkat, Asma mendengar tangis kecil dari balik pintu samping rumahnya. Dikira ada bayi ditinggalkan ibunya di areal rumahnya, membuat Asma membuka pintu. Dan begitu pintu terbuka, mata Asma kontan melotot sejadi-jadinya. Di balik pintu itu Ade dilihatnya berdiri telanjang dengan wajah rusak dan dikerumuni belatung. Penampakan yang membuatnya kontan membanting pintu itu dengan kuat, menurut Asma, dilihatnya sekira 10 detik. Peristiwa itu membuat Asma terduduk di ruang tamu rumahnya dengan nafas tersengal-sengal, mirip orang usai lari jauh. “Ih seram kali mukanya. Berarti di kuburannya itu dia (Ade) uda mulai busuk mungkin ya. Karena yang kutengok itu mukanya uda busuk. Belatung banyak kali,” kata Asma.

Mesin Hidup, Kereta tak Jalan di Gg. Sakiran

Lina (34), tante (alm) Ade, juga punya pengalaman janggal di Gg. Sakiran. Peristiwanya terjadi Minggu (18/4) dinihari lalu sekira pukul 3. Ceritanya, pagi buta itu Lina terbangun akibat suara bising sepeda motor Yamaha RX King seorang pemuda yang gasnya meraung-raung. Lina bahkan membuka pintu rumah guna melihat pemuda itu.

Lelaki warga luar Gg. Sakiran itu bingung melihat motornya. Mesin hidup, tapi keretanya tak bisa jalan meski telah digas-gas. Kejadian aneh itu membuat Lina yakin lelaki itu dikerjai hantu Ade yang saban tengah malam gentayangan di Gg. Sakiran. Apalagi, yang membuat Lina makin yakin, lokasi King mogok tak wajar itu persis berada di lokasi Ade nongkrong semasa hidup. “Di situ Ade sering nongkrong sama kawan-kawannya. Di situ pula kereta itu nggak bisa jalan,” ujar Lina.

Sebelumnya, hari kelima kematiannya (Minggu jelang Maghrib 21 Maret 2010), Yanti (29), warga Gg. Yahya, malah kerasukan arwah Ade. “Ayah udah sering meniduri aku, aku ditindihnya terus di kamar kalau mama nggak ada...di alamku pun aku sering diejekin kawan-kawanku, karena Ade nggak pakai baju...tolong...Ade minta baju...tolong pakaikan baju Gagar Mayang (daun kelapa muda -red) untuk menutup badanku...Aku uda sering diejekin kawanku di sana...” demikian suara aneh yang diucap Yanti saat kesurupan. Pun hingga permintaannya yakni Gagar Mayang diantar ke kuburnya, arwah Ade yang telanjang tetap saja menampakkan wujud seramnya.

Saat jenazahnya dimandikan oleh warga, di tubuh Ade ditemukan sejumlah bekas penganiayaan berat. Warga menduga anak pertama dari tiga bersaudara itu tewas akibat sering dipukuli ayahnya, Rizal. Tapi tudingan itu dimentahkan polisi. Dugaan Ade dibunuh dinilai kurang bukti. Karena itulah ayahnya, Rizal dan isterinya atau ibu Ade mudah pindah dari Gg. Sakiran. “Sejak dijemput kawannya yang tentara itu dia (Rizal -red) nggak nampak lagi,” kata Mala, warga Gg. Sakiran, Sumber Posmetro
Share this article :

Post a Comment

Silahkan Anda Komentari Tulisan di blog ini, Maaf Tidak Untuk berpromosi atau dianggap spam

 
Copyright © 2011. Berita Lampung - All Rights Reserved
Template Created by Pakar Lampung Proudly powered by Blogger