Selamat datang di Berita Lampung Online

Pelaksanaan Pemilukada Peredaran Uang Palsu Melonjak

Friday, June 4, 20100 komentar

Berita Lampung Pelaksanaan Pemilukada Peredaran Uang Palsu Melonjak : Temuan uang palsu oleh Kantor Bank Indonesia Semarang menunjukkan tren peningkatan. Diduga salah satu pemicunya adalah pelaksanaan Pemilukada di beberapa kota. Momen demokrasi seringkali dimanfaatkan pihak tidak bertanggung jawab untuk mengedarkan uang palsu.

Tatung M Toufik, Kabid Sistem Pembayaran Kantor Bank Indonesia Semarang menyebutkan, momen Pemilukada selalu terlihat adanya peredaran uang yang semakin meningkat di masyarakat. Dengan adanya kerawanan itu pihaknya meningkatkan kewaspadaan, khususnya yang disetorkan ke BI. Pada Mei 2010 tercatat jumlah temuan uang palsu ini mencapai Rp 32,86 juta. Jumlah tersebut didominasi uang pecahan Rp 100 ribu, disusul pecahan Rp 50 ribu. Sementara pecahan uang lainnya jumlahnya terbilang kecil.

"Lonjakan peredaran uang palsu ini seperti siklus. Setiap ada pemilu, jumlah temuannya pasti meningkat," katanya, Kamis (3/6).

Meski temuan uang palsu bertambah keberadaannya dinilai tidak mengganggu perekonomian secara makro. Karena dibanding jumlah uang beredar yang mencapai triliunan, jumlah uang palsu tersebut prosentasenya sangat kecil. Perlu diketahui di wilayah kerja KBI Semarang yang mencakup Karesidenan Semarang, Karesidenan Pati, dan Karesidenan Kedu dilaksanakan hajatan demokrasi Pemilukada. Yang sudah berlangsung dan hendak berlangsung dalam waktu dekat di antaranya Kota Semarang, Kabupaten Semarang, Kendal, Magelang, dan Rembang.

Bila dibandingkan dengan bulan-bulan sebelumnya, pada Maret temuan palsu tercatat hingga Rp 20,74 juta dan kemudian meningkat pada April Rp 28,74 juta. "Temuan uang palsu itu dihitung dari uang yang disetor ke BI oleh perbankan maupun yang ditukar masyarakat. Saat persortiran, kami menemukan uang palsu tersebut lalu langsung kami tarik," terangnya.

Dengan demikian jumlah temuan uang palsu itu belum termasuk catatan temuang uang palsu oleh pihak kepolisian maupun yang masih beredar di masyarakat. Tatung meminta agar semua kalangan waspada terhadap keberadaan uang palsu. Kemajuan teknologi juga membuat kualitas uang palsu diperbaiki. Dengan menggunakan mesin canggih, BI bisa menyortir secara otomatis.

Ia menjelaskan, secara tradisional upaya memastikan uang asli dan palsu dengan cara 3D, dilihat, diraba dan dan diterawang. "Teknologi dan bahan pencetak uang terus diperbaiki. Selain itu secara periodik juga ada pengeluaran desain uang baru," katanya.
Share this article :

Post a Comment

Silahkan Anda Komentari Tulisan di blog ini, Maaf Tidak Untuk berpromosi atau dianggap spam

 
Copyright © 2011. Berita Lampung - All Rights Reserved
Template Created by Pakar Lampung Proudly powered by Blogger